Sabtu, 07 Mei 2011

Harvard University Building



Harvard university was built on September 8th 1636. Harvard is the oldest institution of higher learning in the United States. It name was New College, and then it modified with Harvard University to respect the biggest contributor, John Harvard. The area is about 238,9 ha. It located on Cambridge, Massachussets, United States. The ornaments on this building is classic.
Harvard was a college on 13 March 1636. Harvard's 85 ha main campus is centered on Harvard Yard in Cambridge, approximately 5.5 km northwest of downtown Boston and extends into the surrounding Harvard Square neighborhood. The John Harvard statue in Harvard Yard is occasionally a target of humorous decorations, such as the colorful lei shown above. Harvard Yard itself contains the central administrative offices and main libraries of the university, academic buildings including Sever Hall and University Hall, Memorial Church, and the majority of the freshman dormitories. Sophomore, junior, and senior undergraduates live in twelve residential. Houses, nine of which are south of Harvard Yard along or near the Charles River. The other three are located in a residential neighborhood half a mile northwest of the Yard at the Quadrangle , which formerly housed Radcliffe College students until Radcliffe merged its residential system with Harvard. The Harvard station provides public transportation via bus service and the Red Line subway.

“Bukan karena bokap nyokap . . . . ? “

 Aku… aku adalah anak satu-satunya dari keluargaku tetapi  meski begitu keluargaku sangat bangga terhadapku karena aku berprestasi dalam bidang pelajaran maupun olahraga. Kini aku duduk di kelas 2 SMA . . . .
            pagi hari telah tiba , aku terbangun dari tempat tidurku, aku segera mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah.
            “ nak cepat sarapan, sudah siang nanti terlambat” teriak ibunya
            “ iya bu, sebentar lagi aku sarapan” jawab ku
            Pagi itu pun aku langsung berangkat sekolah dengan menaiki motor ke sayangannya. Sesampai di sekolah aku bertanya pada teman sebangku ku
            “ dit, apakah kamu sudah mengerakan tugas yang diberikan pak guru? “
            “ belum, aku pusing mengerjakan tugasnya, ditambah masi banyak tugas dari guru-guru lain” jawab Adit
             “ ya udah, pulang sekolah kita kerjakan besama-sama di rumahku, gimana ? “
            “ ayo, “ jawab adit dengan senyum
            Tanda bel sudah berbunyi, aku dan adit pulang bersama. Sesampai di rumah kita segera mengerjakan tugas akan tetapi tiba-tiba orang tuaku bertengkar aku kira cuma masalah sepele. Aku bertanya kepada orang tuaku kenapa mereka bertengkar, tetapi tidak ada yang menjawab pertanyaanku.
            “ ada apa dengan orang tuamu “ Tanya adit
            “ tak tau, tidak biasanya orang tuaku bertengkar seperti ini “
           

makin lama makin lama bertengkarnya pun semakin menjadi-jadi. Dan adit pun pulang karena mersa tidak enak. Aku pun bertanya-tanya kenapa orang tuaku bisa sampai bertengkar seperti itu. aku kira orang tuaku akan cepat berdamai tetapi setelah kejadian itu orang tuaku sering bertengkar. Sambil dengan nada suara yang sangat keras.
            Di rumah aku tidak bisa konsentrasi karena orang tuaku yang selalu bertengkar di sekolah ajku pun tidak bisa konsentrasi belajar karena sering kali aku memikirkan masalah kedua orang tuaku yang sekarang menjadi tidak lagi harmonis. Aku tidak tahu kenapa orang tuaku sering bertengkar dan mengapa kedua rang tuaku menyembunikan alas an mereka bertengkar.
            Setiap kali aku bertanya kenapa mereka bertengkar terus malah aku yang selalu terkena marah. Malah tak jarang aku selalu yang menjadi pelampiasan kemarahan orang tuaku.
            “ sekarang orang tuaku selalu bertengkar sekarang mereka tidak peduli lagi kepadaku sekarang mereka tidak perhatian lagi kepadaku sekarang dan apakah selamanya mereka akan begini terus padaku “
            Di sekolah pun nilai-nilai ku turun aku pun bingung harus berbuat apa. Dirumah aku merasa tidak nyaman, seringkali aku tidur di rumah temanku.
Sejak kedua orang tuaku sering bertengkar aku mulai sering meninggalkan tuga-tugasku baik yang dirumah maupun di sekolah. Aku pun sering pulang larut malam. Orang tuaku pun sering bertanya kenapa aku selalu pulang tengah malam tetapi aku selalu tidak menjawab.
Aku pun terjerumus dalm kehidupan yang kacau hasilnya aku pun mencoba barang-banrang terlarang seperti minuman keras bahkan narkoba. Kini aku pun sering bolos sekolah sering nongkrong di diskotik bersama teman-teman ku. Begitulah sekarang kehidupan ku sudah tidak peduli lagi dengan semuanya cuma bisa hura-hura di diskoting minum-minuman keras dan menjadi pecandu narkoba.
Bahkan ketika kedua orang tuaku sudah tidak pernah bertengkar lagi aku masih menjadi orang yang tidak peduli kepada apapun dan siapaun.


Ketika aku bangun di pagi hari aku merasa sesak nafas dan kepalaku terasa pusingsekali. Saat aku coba bangun pun badan ku lemas tidak kuat aku mengangkatnya. Aku pun berkali-kali muntah darah orang tuaku panic dan mereka membawaku ke rumah sakit.
Pada waktu aku sadar ternyata aku sudah berada berbaring di tempat tidur dengan infuse menanycab di tanganku mulutku di beri saluran oksigen.
Aku baru menyadari bahwa yang aku lakukan selama ini benar-benar salah. Bukanannya aku lepas dari masalah malah aku menambah masalah yang ada. seharusnya aku lebih bisa bersikap dewasa menghadapi masalah.
Bukan alasan bokap nyokap bertengkar, tapi gara-gara kejadian ini aku harus jadi orang yang berhasil tidak boleh seperti ini lagi

Jumat, 06 Mei 2011

Senyuman Terakhir


Pertama kami bertemu tiada langsung niat untuk mengenali antara satu sama lain. Dia dengan halnya, aku dengan hal aku. Namun kerana statusnya sebagai seniorku terpaksa juga aku mengenali dirinya. Izam, itulah panggilanku kepadanya dan nama itu juga yg terpahat di hati setelah hampir 2 tahun usia pengenalan kami. Izam seorang lelaki yg simple, sejuk mata memandang dan paling aku suka, dia tak pernah lekang dgn senyuman manisnya. Mungkin keramahannya yg membuatkan kami semakin rapat, ya antara kami sudah tiada rahsia. Izam dan maira..

Hari ini kuliahku tamat agak awal jadi aku mengambil keputusan untuk menunggu izam di kafe, ada sesuatu yg ingin kuberi kepadanya memandangkan hari lahirnya yg bakal menjelang. Aku tahu terlalu awal untuk hadiah itu namun aku tetap ingin menghadiahkan izam sesuatu. Hampir 5 minit kemudian izam tiba dgn senyuman manis terukir di bibirnya.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes